BOJONEGORO, blkbojonegoro.com – (21/08/2025) UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Bojonegoro kembali melaksanakan kegiatan Seleksi Tes Tulis dan Wawancara Tahap 5 sebagai bagian dari rangkaian program Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2025. Seleksi ini diikuti oleh ratusan calon peserta dari berbagai kejuruan yang dibuka, meliputi Pipe Welder SMAW 6G, Pembuatan Roti dan Kue, Teknik Audio Video, dan Barista Kafe.
Program Pelatihan Barista menjadi satu-satunya program pelatihan vokasi plus pada tahap kali ini dan diperuntukkan khusus bagi tenaga kerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini sekaligus menegaskan komitmen UPT BLK Bojonegoro untuk memberikan kesempatan pelatihan dan wirausaha bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan ekstra.

Kegiatan seleksi yang berlangsung di Aula UPT BLK Bojonegoro ini diketuai oleh Bapak Ristanto, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti seleksi, mengingat kuota yang tersedia sangat terbatas. “Tes ini harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh, karena nantinya hanya ada 16 peserta yang akan lolos seleksi” ujar Ristanto di hadapan calon peserta.
Seleksi tahap pertama dimulai dengan tiga kejuruan, yaitu Pembuatan Roti dan Kue yang diikuti oleh 58 calon siswa, Teknik Audio Video dengan 25 calon siswa, serta Barista dengan jumlah 40 calon siswa. Ujian tulis diselenggarakan secara online menggunakan smartphone masing-masing peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama Instruktur kejuruan terkait.

Tahap berikutnya adalah seleksi untuk kejuruan Pipe Welder SMAW 6G, yang mencatat pendaftar terbanyak yakni 185 calon siswa. Karena jumlah peserta sangat besar, pelaksanaan seleksi dilakukan secara khusus untuk kejuruan ini. Seperti pada kejuruan sebelumnya, tes diawali dengan ujian tulis online, kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara.
Namun, terdapat perbedaan mekanisme pada wawancara kali ini. Untuk kejuruan Pipe Welder SMAW 6G, hanya 50 peserta dengan peringkat teratas yang berhak mengikuti wawancara. Peserta yang berada di luar peringkat tersebut tidak dapat melanjutkan ke tahap wawancara, sebagai bentuk penyaringan lebih ketat mengingat tingginya minat calon peserta dan terbatasnya kuota.
Dengan adanya seleksi ini, UPT BLK Bojonegoro berharap dapat menjaring peserta pelatihan yang benar-benar memiliki semangat dan komitmen tinggi untuk menguasai kompetensi yang dipilih. Para peserta yang lolos nantinya akan mengikuti pelatihan intensif sesuai program pelatihannya masing-masing, sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja maupun merintis usaha mandiri. (RST/DNS/Red)